Pages

Subscribe:

Kamis, 12 Januari 2012

Topologi Bus

Topologi Bus
Topologi bus seringkali digunakan ketika jaringannya berukuran kecil, simpel, atau bersifat
sementara. Sangat sederhana dalam instalasi, dan ekonomis dalam hal biaya.

 

Bagaimana Jaringan Bus Bekerja
Tipikal dari jaringan bus, kabel hanya satu atau lebih wires, tanpa adanya alat tambahan yang
menguatkan sinyal atau melewatkannya terus dari komputer ke komputer. Topologi bus
merupakan topologi yang pasif. Ketika satu komputer mengirim sinyal up (dan down), semua
komputer dalam jaringan menerima informasi, tetapi hanya satu komputer yang menyetujui
informasi tersebut (komputer yang memiliki alamat yang sama dengan alamat yang menjadi
tujuan dalam pesan). Sedangkan komputer yang lainnya akan menghiraukan pesan tersebut.
Topologi dari jaringan bus menggunakan broadcast channel yang berarti setiap komputer atau
peralatan yang terhubung dapat mendengar setiap pengiriman dan semuanya memiliki
prioritas yang sama dalam menggunakan jaringan untuk mengirimkan data. Analoginya
sebagai berikut bila berada disatu tempat dimana Anda berkumpul dengan teman-teman
Anda, lalu Anda mencoba memanggil teman Anda yang bernama Joe, pasti teman Anda
(yang bernama Joe) akan mendengar dan menghampiri Anda, dan yang lain tentu akan menghiraukannya,

Keuntungan dari penggunaan Topologi Bus
Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan topologi bus:
• Bus adalah topologi yang sederhana, dapat diandalkan untuk penggunaan pada
jaringan yang kecil, mudah untuk digunakan, dan mudah untuk dimengerti.
• Bus hanya membutuhkan kabel dalam jumlah yang sedikit untuk menghubungkan
komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain dan oleh karena itu biayanya
lebih murah dibandingkan dengan susunan pengkabelan yang lain.
• Cukup mudah apabila kita ingin memperluas jaringan pada topologi bus. Dua kabel
dapat digabungkan pada kabel yang lebih panjang dengan menggunakan BNC barrel
connector, membuat kabel menjadi lebih panjang dan membolehkan komputerkomputer
lain untuk untuk dihubungkan ke dalam jaringan.

• Sebuah repeater dapat digunakan untuk memperluas jaringan, repeater digunakan
untuk menguatkan sinyal sehingga dapat menempuh jarak yang lebih jauh.
Kerugian dari penggunaan Topologi Bus
Kerugian jika menggunakan bus:

• Traffic (lalu lintas) yang padat akan sangat memperlambat bus. Karena setiap
komputer dapat mengirim setiap waktu dan komputer-komputer yang ada pada
jaringan bus tidak saling berkoordinasi satu sama lain dalam menyediakan waktu
untuk mengirim. Dalam jaringan bus sejumlah komputer akan menghabiskan
sejumlah bandwidth (kapasitas untuk mengirimkan informasi) dengan komputerkomputer
yang saling mengganggu satu sama lain daripada berkomunikasi.
Masalah
tersebut akan bertambah parah jika jumlah komputer yang dihubungkan ke dalam
jaringan bertambah banyak.

• Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal
elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat
diterima dengan benar.

• Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus. Apabila ada kabel yang putus
atau komputer yang tidak berfungsi dimanapun antara dua komputer akan
menyebabkan komputer-komputer tersebut tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.
Putusnya kabel atau lepasnya konektor akan menyebabkan pemantulan dan membuat
jaringan akan mati dan berhenti untuk beraktivitas. Untuk mengetahui putusnya kabel
atau tidak, digunakan alat yang bernama Time Domain Reflector yang juga disebut
cable tester.

• Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.
Masalah
tersebut akan bertambah parah jika jumlah komputer yang dihubungkan ke dalam
jaringan bertambah banyak.

• Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung memperlemah sinyal
elektrik yang dikirimkan, dan kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk dapat
diterima dengan benar.

• Sangat sulit untuk melakukan troubleshoot pada bus. Apabila ada kabel yang putus
atau komputer yang tidak berfungsi dimanapun antara dua komputer akan
menyebabkan komputer-komputer tersebut tidak dapat berkomunikasi satu sama lain.
Putusnya kabel atau lepasnya konektor akan menyebabkan pemantulan dan membuat
jaringan akan mati dan berhenti untuk beraktivitas. Untuk mengetahui putusnya kabel
atau tidak, digunakan alat yang bernama Time Domain Reflector yang juga disebut
cable tester.

• Lebih lambat dibandingkan dengan topologi yang lain.

0 komentar:

Poskan Komentar